YOUTUBE

9 Tahun Kerja di Hongkong, TKW Robohkan Rumahnya Lantaran Dicerai Suami

$rows[judul]
Tangkapan layar robohkan rumah TKW Madiun

Lantaran.com, Madiun - Merantau menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong selama 9 tahun, SF (38), tenaga kerja wanita asal Madiun, Jawa Timur merusak dan merobohkan rumah hasilnya menabung selama sembilan tahun pada Kamis (18/4/2024).

Aksi perobohan rumah sang TKW inipun viral di jagat maya.

SF merobohkan rumahnya lantaran sakit hati dicerai sepihak oleh suaminya, M (35) diduga karena kehadiran orang ketiga. 

SF juga mengatakan, rumah tersebut merupakan hasil jerih payahnya menabung selama 9 tahun saat merantau sejak tahun 2015.

Kini rumah tersebut hancur tinggal reruntuhan seiring dengan berakhirnya rumah tangga mereka. 

Baca Lainnya :

Untuk menghindari hal tak di inginkan, Aparat keamanan juga siaga di lokasi agar tidak menimbulkan kekacauan lebih parah.

Bahkan, masyarakat hingga perangkat desa pun, masih terlihat berkumpul di tempat kejadian tersebut, Jumat (19/4/2024). 

Kepala Dusun Pucanganom Nuryanto, saat ditemui di lapangan membenarkan peristiwa tersebut.

Pihaknya juga sempat melakukan mediasi dengan kedua belah pihak. 

“Rumah itu menempati tanah yang dibeli pasangan suami istri. Sama sama bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia di luar negeri,” ujar Nuryanto.

Menurutnya, pembelian menggunakan dana jerih payah suami istri, yang bernama M (35) dan SF (38).

Sayangnya rumah tangga keduanya tidak berjalan dengan harmonis.

“Mereka yang tinggal di luar negeri sepakat bercerai. Kemarin mediasi sore dan dilanjut pagi tadi. Mediasi berakhir buntu, akhirnya kami kembali menyerahkan kepada keduanya,” bebernya.

Baca Lainnya :

Sementara itu SF mengaku sakit hati lantaran dicerai sepihak oleh suaminya karena orang ketiga. 

“Sebelum saya robohkan, saya sudah ketemu sama mantan mertua kemarin Idul Fitri, sudah bilang saya mau renovasi rumah ini dan mereka setuju,” 

"Setelah itu, saya langsung lapor ke Ketua RT dan perangkat desa. Begitu sudah dapat izin, saya datangkan alat berat, tapi saya dipersulit mantan suami saya, alasan harta gono gini," imbuh SF.

“Saya yang beli, sewaktu saya di Hongkong, kemarin saya minta surat suratnya tapi tidak dipenuhi. Saya ingin bongkar dulu, biar tahu ukuran tanahnya berapa karena dokumennya belum saya dapat,” jelas dia