YOUTUBE

Bahanya untuk Balita, Masyarakat Banyuwangi Diminta Waspada Penyakit Rotavirus

$rows[judul]
Ilustrasi Rotavirus

Lantaran.com - Warga Banyuwangi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap rotavirus. Virus ini merupakan salah satu penyakit yang berbahaya bagi balita. Paparan virus ini dapat menyebabkan diare parah. Dampaknya bisa berakibat fatal, mulai dari dehidrasi bahkan bisa berujung pada kematian.

Plt Direktur Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan rotavirus merupakan salah satu virus penyebab diare. Penularan terjadi melalui jalur fecal-oral, yaitu penularan dari feses orang sakit yang secara tidak sengaja masuk ke dalam mulut orang sehat.

“Rotavirus yang dikeluarkan melalui feses dapat mencemari air, makanan, minuman, dan benda-benda  di sekitar seperti mainan dan peralatan dapur,” jelasnya, Selasa, 1 Januari 2023. 

Kondisi tersebut, lanjutnya, sering terjadi jika  lingkungan pasien bersih. dan kebersihan diri  tidak terjaga dengan baik. 

Ia mencontohkan orang yang terjangkit virus ini tidak mencuci tangan dengan bersih setelah buang air besar. Orang yang terkena kemudian menyentuh benda-benda di sekitarnya. 

Baca Lainnya :

"Di beberapa daerah kasus diare terpantau cukup tinggi selama 2 tahun terakhir, tak terkecuali di Banyuwangi," bebernya. 

Lebih jauh dijelaskan, Kementerian Kesehatan saat ini telah menyiapkan vaksin rotavirus. Hadirnya vaksin ini diharapkan mampu memperkuat kekebalan imun pada balita. 

Imunisasi rotavirus akan dilaksanakan secara serentak. Seluruh Puskesmas sudah minta untuk mempersiapkan diri. Terkait jumlah vaksin dan pelaksanaannya, kami masih menunggu arahan teknis dari Kementerian. 

“Melalui vaksin diharapkan imunitas anak menjadi lebih baik. Namun yang lebih penting adalah memperkuat upaya pencegahan,” ujarnya. 

Masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Seperti mencuci peralatan makan dengan air bersih. Perhatikan jarak sumber air minum dengan septic tank agar air tidak tercemar. Jarak aman antara sumur dan septic tank minimal 11 meter. “Jika porositasnya kurang dari 0% atau dalam artian letak septic tank lebih tinggi dari sumur maka jaraknya harus ditambah,” ujarnya.