YOUTUBE

Berikut Adalah Catatan Gunung Marapi Kabupaten Agam Mengalami Erupsi Sejak Tahun 1830

$rows[judul]
Petugas melakukan pencarian pendaki di Gunung Marapi Sumatera Barat

Lantaran.com - Sumatera Barat, Dari beberapa catatan yang bersumber dari BPBD Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Gunung Marapi ini sudah pernah mengalami Erupsi sejak tahun 1930.

Gunung Marapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Pulau Sumatera. Gunung ini tercatat pertama kali Erupsi pada tanggal 8 September 1830 lalu.

Pada saat itu gunung Marapi mengeluarkan semburan awan yang menyerupai bunga sayur kol yang berwarna abu abu kehitaman.

Diperkirakan waktu itu awan memiliki ketebalan hingga 1.500 m di atas kawah. lebih mengerikannya pada saat kejadian disertai suara gemuruh dari Gunung Marapi.

Peristiwa kedua yaitu pada tanggal 30 April 1979, menurut laporan media  pada waktu itu setidaknya ada 60 orang meninggal dunia akibat letusan Gunung Marapi.

Baca Lainnya :

Tak hanya itu saja ada 19 orang pekerja penyelamat terperangkap oleh tanah longsor.

Peristiwa erupsi Gunung Marapi yang ketiga terjadi pada akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2014, Gunung Marapi menampakkan peningkatan aktivitasnya, peningkatan itu di barengi semburkan abu dan awan hitam.

Dari catatan semburan abu dari erupsi itu terbawa angin hingga mencapai Kabupaten Padang Pariaman.

Pada tahun 20214 Gunung Marapi ini juga pernah menunjukan peningkatan aktivitas, tepatnya pada tanggal 26 Februari. Gunung Marapi meletus tepat pada pukul 16.15 WIB, 

Dari letusan itu, kawah gunung melepaskan beberapa material hingga ke wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar. 

Dan selanjutnya terjadi pada tanggal 7 Januari 2023, Gunung Marapi mengalami erupsi pada pukul 06.11 WIB. Saat Gunung Merapi erupsi, diketahui ada sejumlah pendaki yang masih berkemah. Padahal sebelumnya sudah ada himbauan kepada masyarakat, wisatawan maupun pendaki agar tidak mencapai puncak.

Pada tanggal 3 Desember 2023 gunung Marapi kembali menunjukan aktivitas vulkanologi, setidak nya ada 47 pendaki yang terdampak di saat melakukan pendakian.