Lantaran.com,Banyuwangi- Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Banyuwangi memulai pembentukan dan penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP NU Syafiyah Rogojampi, Rabu (8/7/2026). Program ini diberikan secara gratis sebagai bentuk pengabdian FPRB dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan.
Ketua FPRB Kabupaten Banyuwangi, Mahbub Junaidi, mengatakan pembentukan SPAB merupakan langkah nyata untuk mewujudkan Banyuwangi sebagai daerah tangguh bencana. Melalui program ini, FPRB memberikan pendidikan kebencanaan guna meningkatkan kapasitas warga sekolah, khususnya peserta didik yang termasuk kelompok rentan.
"Kami ingin menyiapkan warga sekolah agar mampu menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan saja, termasuk saat proses belajar mengajar berlangsung," ujarnya.
Selain memberikan edukasi kebencanaan, pembentukan SPAB juga bertujuan membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi sekaligus mengikuti simulasi penanganan bencana agar memahami langkah penyelamatan diri secara tepat.
Mahbub menjelaskan, hasil yang diharapkan dari program SPAB adalah meningkatnya pemahaman warga sekolah mengenai penyelamatan mandiri saat terjadi bencana sehingga mampu menekan risiko yang ditimbulkan. Program ini juga diharapkan memperkuat kolaborasi pentahelix yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan media dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Banyuwangi.
"Melalui SPAB, kami berharap warga sekolah memiliki kemampuan menyelamatkan diri saat terjadi bencana, sehingga risiko dapat diminimalkan," tegasnya.
Program SPAB tidak berhenti di SMP NU Syafiyah Rogojampi. FPRB berkomitmen melaksanakan pembentukan SPAB di seluruh satuan pendidikan, baik formal maupun nonformal, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Banyuwangi tanpa dipungut biaya.
"Sekolah ini menjadi yang pertama. Selanjutnya program akan dilaksanakan di sekolah-sekolah lain. Saat ini sudah ada sekitar 20 sekolah yang mendaftar untuk difasilitasi oleh FPRB," ungkap Mahbub.
Ia menambahkan, FPRB merupakan wadah kolaborasi pentahelix yang berperan mengembangkan sumber daya dalam upaya pengurangan risiko bencana di Banyuwangi. Menurutnya, para relawan harus tetap solid, tangguh, dan mengabdi pada seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana.
"Bagi satuan pendidikan yang ingin mendapatkan fasilitasi pembentukan SPAB, FPRB Banyuwangi membuka pendaftaran melalui narahubung Abi di 0822-4782-2669 atau Joko Sumaryono di 0822-5789-8976"tutupnya.