YOUTUBE

Momentum Sakral Peringatan Hari Buruh Karyawan PT BSI

$rows[judul]
Pemotongan tumpeng hari buruh di lingkungan pekerja PT BSI

Lantaran.com - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day menjadi momentum sakral bagi pekerja tambang PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Dalam acara seremonial yang digelar di Tujuh Bukit Auditorium PT BSI, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jumat, 1 Mei 2026, mereka menggaungkan semangat kolaborasi.

“Mari kita buktikan bahwa di PT BSI, kolaborasi bukanlah sekadar slogan, melainkan napas kita dalam bekerja. Maju industrinya, sejahtera pekerjanya,” tegas Lukman Kadafi selaku Ketua Serikat Pekerja PT BSI, Sabtu (2/5/2026).

Untuk diketahui, peringatan May Day di tambang emas Gunung Tumpang Pitu bukan hanya diikuti oleh para karyawan saja. Ikut hadir, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian Banyuwangi, Wawan Yadmadi, Forpimka Pesanggaran, dan Manajemen PT BSI.

Dengan semangat Hari Buruh Internasional, Lukman Kadafi juga menyampaikan empat hal penting yang harus diwujudkan oleh pekerja. Yakni, para pekerja harus semakin dewasa dalam berorganisasi, bisa mempererat dan memperkuat organisasi, bersinergi dan berkolaborasi untuk kemajuan bersama, dan menguatkan rasa ikut memiliki (sense of belonging). 

“Antara pengusaha dan pekerja saling memiliki keterikatan dan mempunyai peran masing-masing. Maka dari itu, mari kita jadikan Hari Buruh tahun ini sebagai titik tolak untuk menjadi pribadi dan organisasi yang lebih professional,” ungkapnya.

Baca Lainnya :

Pernyataan Ketua Serikat Pekerja PT BSI tersebut diamini oleh manajemen perusahaan. Senior Manager Mining Department PT BSI, Rudi Fitrianto yang mewakili General Manager of Operations (GMO) PT BSI, Roelly Fransza menyampaikan rasa bahagia sekaligus bangganya karena May Day di PT BSI bisa diperingati secara bersama-sama oleh karyawan dan manajemen. 

“Ini merupakan sebuah pemandangan yang sangat indah dalam konteks hubungan industrial. Sesuatu yang layak untuk kita lestarikan di rumah kita PT Bumi Suksesindo,” ucapnya.

Menurutnya, karyawan dan manajemen yang mewakili pengusaha jelas berbeda. Namun di tengah perbedaan itu, Rudi meyakinkan bahwa akan selalu ada hal sama yang bisa dan layak untuk diperjuangkan bersama.