YOUTUBE

WASPADA! TWA Gunung Ijen Di tutup, KESDM-RI: Status Ijen Level I Naik Level II

$rows[judul]
(Foto : Aktivitas Vulkanik Gunung Ijen Status Waspada/Lantaran.com)

Lantaran.com,Banyuwangi-Aktivitas vulkanik Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Api Ijen Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami peningkatan dari level I normal naik ke level II waspada.

Kenaikan Staus Ijen itu diumumkan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) RI, Muhammad Wafid, melalui rilis resmi nomer 82/KM.05/BGL/2024 tertanggal 12 Juli 2024.

"Kenaikan itu terhitung sejak 12 Juli 2024 pukul 22.000 WIB, dengan rekomendasi yang disesuaikan potensi ancaman bahaya terkini," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen, Suparjan di Banyuwangi, Sabtu (13/7/2024).

Berdasarkan pengamatan PPGA Ijen di Banyuwangi, periode 12 Juli 2024 pukul 00.00-24.00 Wib, terjadi gempa hembusan sebanyak 7 kali, amplitudo 15-46 mm, dengan durasi 19-78 detik.

"Kemudian gempa tektonik jauh terjadi sebanyak 3 kali, amplitudo 11-31 mm, S-P : 29-53 detik, dengan durasi 126-143 detik," ungkap Suparjan.

Baca Lainnya :

Tak hanya itu saja, di gunung setinggi 2386 (mdpl) meter di atas permukaan laut itu, gempa tremor menerus (microtremor) juga terekam dengan amplitudo 0.5-46 mm atau dominan 15 mm.

"Secara visual gunung jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah," ucap Suparjan.

Sedangkan menurut pantauan secara meteorologi, lanjut Suparjan, kondisi cuaca di kawasan Ijen cerah, berawan, mendung, dan hujan. 

"Angin juga bertiup sedang ke arah timur. Suhu udara 18-30 derajat celsius dan kelembaban udara 37-83 derajat," ucapnya.

Suparjan mengingatkan kepada masyarakat agar waspada dan selalu berhati-hati. Sebab potensi keluarnya gas dari danau Kawah Ijen tersebut cukup berbahaya.

Adanya peningkatan aktivitas itu, PPGA Ijen melarang masyarakat, wisatawan dan penambang belerang untuk tidak mendekati bibir kawah, turun mendekati dasar kawah atau menginap.

"Dalam radius 1.500 meter dari kawah dilarang ada aktivitas," tegas Suparjan.

Imbauan itu juga untuk Masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait, juga diminta waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya.

Baca Lainnya :

Maka Jika tercium bau gas sulfur atau belerang yang menyengat, maka sebaiknya masyarakat menggunakan masker penutup alat pernapasan. 

Sementara untuk jangka pendek atau dalam kondisi darurat dapat menggunakan kain basah sebagai penutup alat pernapasan, baik hidung atau mulut.

Kementerian ESDM juga meminta kepada Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi, Kabupaten, dan BKSDA agar senantiasa berkoordinasi dengan PVMBG-Badan Geologi atau PPGA Ijen yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi.