YOUTUBE

Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri Ansor Tegaldlimo Berani Bertani, Ini Tanamannya

$rows[judul]
Kader Ansor Tegaldlimo terjun langsung penanaman bawang merah

Lantaran.com, Banyuwangi - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Tegaldlimo, Banyuwangi, secara resmi meluncurkan program ketahanan pangan mandiri dengan fokus pada budidaya komoditas unggulan, yakni bawang merah. Program yang melibatkan puluhan kader dan masyarakat sekitar ini sekaligus menjadi langkah nyata Ansor dalam mengatasi isu pengangguran di tingkat desa.

Ketua PAC GP Ansor Tegaldlimo, Rahma Hanafi, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi dari program nasional "Patriot Ketahanan Pangan" GP Ansor.

"Kita tidak hanya ingin menjadi organisasi yang bergerak di ranah dakwah dan sosial, tetapi juga harus hadir sebagai pencipta solusi ekonomi bagi masyarakat," ujar Rahma Hanafi saat ditemui di lokasi penanaman perdana di lahan seluas setengah hektar, Desa Kendalrejo. Senin 24 November 2025.


Kolaborasi Produktif Kader dan Warga

Baca Lainnya :

Proyek penanaman bawang merah ini sepenuhnya digerakkan dengan semangat kolaborasi (kemitraan). Selain memanfaatkan lahan tidur yang berhasil diidentifikasi, Ansor Tegaldlimo juga menggandeng para petani senior di desa tersebut sebagai konsultan dan pendamping.

Lebih dari 50 pemuda dan warga desa yang awalnya kesulitan mencari pekerjaan kini direkrut sebagai tenaga kerja harian dalam proses persiapan lahan, penanaman, hingga perawatan.

"Ini adalah model ekonomi gotong royong ala Nahdlatul Ulama. Kader Ansor berperan sebagai penggerak dan manajer proyek, sementara masyarakat sekitar mendapatkan manfaat langsung berupa upah harian. Kita mengubah semangat jihad dari bambu runcing menjadi jihad dengan cangkul untuk kemandirian pangan," tambahnya.

Teknologi dan Dampak Jangka Panjang

Dalam implementasinya, PAC GP Ansor Tegaldlimo juga berencana menerapkan teknologi pertanian modern, seperti penggunaan light trap (perangkap lampu) untuk menekan hama, sebuah praktik yang sudah terbukti sukses di Banyuwangi. Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil panen yang optimal dan menekan biaya produksi.

Diharapkan, sekali panen (sekitar 60-70 hari), lahan satu hektar ini mampu menghasilkan sekitar 6 hingga 8 ton bawang merah.

Rahma Hanafi berharap program ini tidak berhenti pada panen perdana. 

"Target kita adalah menciptakan unit usaha permanen yang dikelola oleh Ansor Tegaldlimo. Keuntungan dari hasil panen akan diputar kembali untuk memperluas lahan dan menciptakan dana abadi bagi operasional organisasi dan bantuan sosial," pungkasnya.

Baca Lainnya :

Program penanaman bawang merah ini mendapatkan apresiasi positif dari MWC NU Tegaldlimo dan Pemerintah Kecamatan sebagai upaya nyata pemuda dalam mendukung stabilitas ekonomi daerah.***