YOUTUBE

Bawaslu Banyuwangi Ajak Siswa SMK PGRI 1 Banyuwangi Jadi Pemilih Cerdas pada Pemilu 2029

$rows[judul]
(Foto: Konsolidasi Demokrasi Bawaslu Kabupaten Banyuwangi di SMK PGRI 1 Banyuwangi/Lantaran.com)

Lantaran.com,Banyuwangi- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang digelar di SMK PGRI Banyuwangi, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam membangun kesadaran politik sekaligus menyiapkan para pelajar sebagai pemilih pemula yang berintegritas pada Pemilu 2029.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Banyuwangi Khomisa Kurnia Indra, S.E. menyampaikan bahwa siswa SMK PGRI Banyuwangi merupakan bagian dari calon pemilih pemula yang pada Pemilu 2029 telah memiliki hak konstitusional untuk memilih. Karena itu, pemahaman mengenai demokrasi dan kepemiluan perlu ditanamkan sejak dini.


Indra menjelaskan bahwa penyelenggara pemilu di Indonesia terdiri atas Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pelaksana teknis pemilu dan Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi seluruh tahapan pemilu agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk memudahkan pemahaman siswa, ia mencontohkan bahwa pemilihan ketua kelas maupun Ketua OSIS merupakan bentuk praktik demokrasi yang paling dekat dengan kehidupan pelajar. Melalui proses tersebut, siswa belajar menggunakan hak pilih, menghargai perbedaan pilihan, serta memahami pentingnya pemilihan yang jujur, adil, dan demokratis.

Baca Lainnya :

Di akhir penyampaiannya, Indra mengajak para siswa agar kelak menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab pada Pemilu 2029 serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Ia juga berharap lahir Pengawas Partisipatif dari kalangan generasi muda yang dapat ikut mengawal jalannya demokrasi di lingkungan masing-masing.


Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Banyuwangi Untung Aprilianto, S.TP. mengawali materinya dengan mengajak para siswa membayangkan cita-cita mereka, mulai dari menjadi Presiden, Gubernur, Bupati hingga anggota DPR, yang seluruhnya dapat diraih melalui mekanisme demokrasi dan pemilu.