YOUTUBE

Proses Coklit Lancar KPU Banyuwangi Belusukan Temui Masyarakat di Desa

$rows[judul]
(Foto : Komisioner KPU Banyuwangi saat menemui masyarakat pastikan sudah di Coklit/Lantaran.com)

Lantaran.com,Banyuwangi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi melakukan Monitoring evaluasi (Monev) belusukan ke Desa/Kelurahan proses tahapan Coklit jelang Pilkada 2024. Hal tersebut dilakukan dengan turun langsung ke setiap desa di Kecamatan di Banyuwangi.

Giat turu ke masyarakat turut melibatkan komisioner KPU dalam berlangsungnya kegiatan pendataan yang dilakukan petugas Pantarlih di rumah-rumah warga, pada Kamis 11 Juli 2024.

Ketua KPU Banyuwangi, Dian Purnawan menyampaikan, giat evaluasi proses tahapan coklit ini dilakukan bertujuan untuk memastikan tahap pencocokan data pemilih berjalan dengan baik. Selain tepat, KPU memastikan coklit juga berlangsung cepat.

"Kita lakukan percepatan, juga memastikan ketepatan. Maka kami langsung ikut bersama Pantarlih ke rumah-rumah warga," ungkap Dian Kepada Lantaran.com saat dikonfirmasi tim Lantaran.com, (13/07/2024).

Sementara Dian menyebut, kegiatan monitoring dan evaluasi ini dilakukan secara maraton ke seluruh desa. Menurutnya hal ini penting dilakukan agar kinerja Pantarlih bisa lebih efisien dan maksimal. Mengingat, di masing-masing wilayah tentunya setiap Pantarlih alami kendala hambatan yang berbeda-beda. Mulai dari lingkungan sosial, kondisi geografis, dan kondisi cuaca, hingga faktor X. 

Baca Lainnya :

"Tantangannya berbeda-beda. Ada yang harus melintasi sungai, menaiki bukit dan sebagainya. Kami memastikan apapun tantangan itu harus terselesaikan dengan baik," katanya.

Masyarakat berada dan tinggal di kawasan hutan contohnya, ada sebuah perkampungan terpencil. Lokasinya pun cukup terpencil dengan akses jalan terjal berbatuan. Apabila hujan, bisa jadi jalanan sangat membahayakan karena licin.

Hanya motor dengan modifikasi khusus yang bisa menjangkau aksesnya. Sementara untuk mobil pabrikan, sehingga kemungkinan besar akan kesusahan akses melintas. 

Secara geografis, perkampungan itu memiliki jarak terdekat dari keramaian kurang lebih sekitar 20 kilometer. Lingkungan sekitarnya benar-benar hutan. Bahkan sinyal ponsel pun tak bisa leluasa menyusup ke perkampungan tersebut. 

"Ada Pantarlih yang bahkan harus jalan kaki untuk bisa sampai di salah satu rumah warga. Ini harus dilakukan karena akses jalan sempit dan berlumpur yang tak mungkin dilalui menggunakan kendaraan," kata Dia

"Setiap kendala itulah yang harus dipantau dan diatasi dengan baik. PPK dan PPS harus sering-sering bertanya soal kendala di lapangan. Intinya adalah kordinasi dan komunikasi," imbuhnya.

Per hari ini, Dian mengatakan proses coklit hampir selesai 100 persen. Untuk mendapatkan data valid berdasarkan update terbaru, KPU Banyuwangi telah melantik sebanyak 5.134 petugas Pantarlih. 

Menurut data laporan, banyak cakupan pemilih berdasarkan TPS yang sudah terdata. Baik itu pendataan pemilih lama, pemilih baru, perubahan muatan TPS dan lain sebagainya. Termasuk mencoret pemilih yang sudah tidak lagi memenuhi syarat. Seperti pemilih yang meninggal dunia, pemilih lama yang masuk jajaran TNI/Polri. 

Baca Lainnya :

"Semua harus dilakukan dengan teliti. Kami juga menggunakan laporan coklit by aplikasi. Sehingga KPU bisa melakukan pantauan secara real time," cetusnya.