Lantaran.com,Banyuwangi- Sejumlah warga di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai angkat suara terkait pengerjaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari program Presiden Indonesia. Proyek yang diharapkan menjadi sarana peningkatan akses pendidikan tersebut kini menuai sorotan akibat dugaan penggunaan material dari tambang ilegal.
Kecurigaan warga muncul setelah melihat aktivitas keluar-masuk kendaraan pengangkut material seperti pasir dan batu yang dinilai tidak melalui jalur distribusi resmi. Beberapa warga menyebut, material tersebut diduga berasal dari lokasi tambang yang tidak memiliki izin.
“Kalau benar materialnya dari tambang ilegal, tentu sangat disayangkan. Ini proyek pemerintah, seharusnya memberi contoh yang baik,” ujar Widodo salah satu warga setempat, (18/04/26).
Selain persoalan legalitas, ia juga menyoroti potensi dampak lingkungan dari penggunaan material ilegal tersebut. Aktivitas tambang tanpa izin kerap dikaitkan dengan kerusakan lingkungan, mulai dari erosi hingga ancaman terhadap sumber air warga.
Di sisi lain, masyarakat berharap adanya transparansi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait. Mereka meminta pemerintah daerah segera melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
"belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun dinas terkait mengenai dugaan tersebut,"tegasnya.